Berdamai dengan Diri Sendiri di Situasi Pandemi Bersama Halodoc

01:15

 


   Beberapa bulan terakhir di awal tahun 2020, Indonesia dan seluruh dunia berduka. Pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) melanda banyak negara. Membuat dunia dilanda kecemasan, kesedihan, dan duka mendalam saat jahat corona datang menyerang dan seperti merenggut semua hal secara tiba-tiba.

      Sejak Corona virus resmi diumumkan sebagai sebuah kasus pandemi yang menjangkiti Indonesia sekitar Maret 2020, aku selalu dilanda kecemasan berlebihan. Terlebih saat pemerintah mengumumkan informasi jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang kian hari terus meningkat dan akhirnya ada informasi tentang orang yang positif Covid-19. Rasanya mentalku mulai drop, terlebih saat kecamatan tempatku tinggal mulai masuk kategori zona merah Covid-19. Aku sempat merasa seperti merasa sesak saat menghirup udara, rasanya seperti aku khawatir udara yang aku hirup akan ada kontaminasi virus corona. Kecemasan yang aku rasakan karena kurangnya informasi yang aku tahu tentang Covid-19. Di sisi lain, aku takut untuk mencari tahu karena merasa tidak ingin menambah beban pikiranku.




   Hampir sebulan berlalu, pemikiranku mulai berubah saat mendapati satu kejadian. Salah satu kerabatku yang harus rutin check up ke rumah sakit  untuk masalah sakit di kakinya tiba-tiba didiagnosa terindikasi Covid-19. Padahal dia merasa sehat-sehat saja dan tidak ada keluhan sakit yang menunjukan gejala Covid-19. Sejak mendapat diagnosa itu, dia masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP) dan harus isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Dia jadi menjaga jarak dengan anggota keluarganya yang lain agar segera bisa kembali sehat lagi. 

        Mengetahui orang yang aku kenal masuk dalam kategori ODP, aku mulai sadar kalau Covid-19 bisa menjangkiti siapa pun tanpa terkecuali, terlebih jika imunitas kita mungkin sedang tidak baik. Sejak saat itu, Aku mulai sadar kalau pemikiranku selama ini salah. Merasa cemas boleh dan itu wajar terlebih saat pemberitaan di media hanya membahas soal Covid-19. Mentalku merasa lelah saat harus dijejali jumlah penderita yang semakin hari semakin meningkat. Namun menjadi keliru jika kecemasanku membuatku tidak mau tahu atau mendengar apa pun dan terkesan abai tentang informasi Covid-19. 

     Aku pun mulai browsing ke berbagai situs, mencari tahu sebanyak-banyaknya. Pencarianku bermuara di salah satu situs bernama Halodoc. Aku senang saat membaca situsnya karena isi artikelnya mengedukasi, terlebih memang ditulis di bawah naungan dokter jadi isi artikelnya bisa dipertanggungjawabkan dan bahasa yang digunakan juga enak dibaca dan mudah dipahami. Akhirnya aku pun tertarik dan langsung mengunduh aplikasi Halodoc untuk mencari tahu lebih lanjut.



          Halodoc adalah layanan konsultasi kesehatan dengan dokter secara online. Tidak hanya memberikan layanan konsultasi, Halodoc juga memiliki layanan kesehatan lain seperti memfasilitasi janji temu dengan dokter dan apotik antar juga. Hal seru lain dari Halodoc adalah tampilan aplikasinya disusun berdasarkan kategori. Memudahkan pengguna untuk memilih layanan kesehatan yang dibutuhkan. Jadi aku bisa memilih apa pun yang dibutuhkan seputar kesehatan. Beberapa fitur yang dihadirkan di aplikasi Halodoc di antaranya chat dengan dokter, toko kesehatan, buat janji temu dengan dokter. Aplikasi Halodoc ini benar-benar seperti taglinenya "Dengan Halodoc sehat jadi lebih mudah" karena memang bisa memberika kemudahan dan bisa diakses di mana pun dan kapan saja di ponsel para penggunanya.




      Selain layanan kesehatan yang memang sudah lama tersedia di Halodoc itu, aku merasa terbantu karena Halodoc juga tanggap terhadap pandemi Covid-19 dengan menghadirkan layanan cek covid-19 yang informasinya bisa didapatkan di aplikasinya. Bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, Halodoc menyediakan layanan baru, yaitu rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

      Penting untuk diketahui, rapid test merupakan metode pemeriksaan penyaringan awal untuk mendeteksi IgM dan IgG sebagai antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan virus Covid-19. Sementara Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah pemeriksaan yang biasa dikenal dengan nama swab test, dalam pemeriksaan ini disebut lebih akurat karena menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan. Bagian yang akan diseka oleh petugas kesehatan untuk melakukan prosedur PCR adalah bagian belakang tenggorokan. Oleh karena itu, pemeriksaan PCR dapat memastikan jika seseorang memang positif Covid-19. 

      Setelah mengetahui adanya informasi perihal tes Covid-19 di Halodoc, jadi sekarang aku bisa ikutan covid test jakarta juga nih! Aku juga jadi lebih bisa memininalisir rasa cemas, jadi setelah dicek nanti kan bisa tahu hasil pastinya seperti apa. ^^

    Selain di Jakarta, ada juga beberapa informasi covid test di daerah lain lho dan ada estimasi biaya tesnya juga. Lengkap sekali kan fitur layanan kesehatan yang diberikan oleh Halodoc? :)

      Berikut informasi langkah-langkah tentang Covid test dari Halodoc yang bisa kamu lihat di gambar :)
(Bisa kamu klik gambarnya jika memang tulisannya tidak terbaca)




      Senang rasanya saat aku menemukan ada aplikasi kesehatan yang menyediakan segala informasi yang dibutuhkan oleh banyak orang. Dan Halodoc menyediakan semua itu. Terlebih di situasi berpotensi serba merasakan gampang cemas seperti saat ini. Aku merasa jadi lebih bisa berdamai dengan sendiri di keadaan yang serba tidak teeduga seperti sekarang akibat pandemi corona.

   Selain mengandalkan Halodoc sebagai teman sehatku yang bisa digunakan untuk segala informasi tentang kesehatan, penting juga untuk melakukan berbagai kegiatan pencegahan yang mendukung kesehatan diriku sendiri.
   
    Aku pun mengimbanginya dengan berusaha lebih menjaga kesehatan dan kebersihanku sendiri, seperti rajin cuci tangan dengan sabun dan memakai lotion setelahnya, selalu menyediakan disinfektan, memakai masker ketika ke luar rumah, membatasi aktivitas di luar rumah jika memang tidak terlalu penting, membawa sendiri peralatan makan, menjaga asupan makanan dan stamina tubuh dengan berolahraga. Dilengkapi pula dengan mengkonsumsi vitamin untuk menjaga imunitas tubuh. 

     Aku tanpa henti selalu berdoa agar semua keadaan bisa kembali baik-baik dan benar-benar kembali normal seperti sedia kala dan pandemi Covid-19 segera usai. Aamiin. Oh iya, aku juga mau ucapkan makasih dan salam hormat untuk semua orang yang berjuang dalam memerangi Covid-19, dan juga bagi para pejuang kesehatan, terlebih yang bertugas di garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19.

     Semoga kebaikan-kebaikan yang telah kita dilakukan akan menuai keberkahan. Jaga kesehatan dan tetap aman selalu, Teman-teman!

***

Sumber gambar: 
-Banner awal:
Ilustrasi dari freepik from pch.vector, diedit di Canva 
-Gambar pendukung lainnya dari aplikasi dan situs Halodoc

You Might Also Like

0 comments

Hallo... Terima kasih sudah bersedia mampir di blog saya dan membaca postingan saya. Sempatkan untuk meninggalkan komentar yang relevan dengan isi postingan saya ya sebagai bentuk apresiasi agar saya tetap semangat menulis.
Sekali lagi terima kasih! ♡

Semoga betah mampir di blog saya :))

Like us on Facebook


PRchecker.info

Subscribe