Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hidup Lebih Berkesadaran dan Menyehatkan Lewat Jamu

Jamu sebagai bentuk upaya menjaga kesehatan dan hidup yang lebih berkesadaran



Sebelum bercerita lebih jauh tentang hidup lebih berkesadaran dan menyehatkan lewat jamu. Mari, aku ajak kamu untuk mendengarkan cerita tentang perkenalanku dengan jamu. Mungkin sama seperti kamu, aku pun dulu hanya mengenal jamu sebagai minuman yang biasa dinikmati Mama di pagi hari. Biasanya Mama membelinya di Mbok-mbok jamu yang rajin lewat depan rumah setiap jam 9 pagi.



Kata Mama, jamu itu minuman yang menyehatkan. Aku yang masih kecil mungkin tidak tau dan hanya mengiyakan saja tanpa banyak berkomentar. Ditambah, saat dulu aku hanya mengenal jamu sebagai minuman dengan rasa yang tidak enak. Cenderung lebih banyak yang pahit dibandingkan manis. Paling kalau lagi ingin mencoba, aku pasti minta untuk diberikan jamu yang tidak pahit dan kadang-kadang memilih Buyung Upik sebagai comfort jamuku. Jadi, kupikir dulu jamu bukan minuman yang cocok denganku. Itu hanya segelintir ingatan masa kecil yang mungkin belum memudar, tapi jadi perkenalan yang aneh dengan jamu saat itu.



Sejak belajar mindfulness dan healing sejak 2021, perlahan aku juga mulai  sadar tentang hal-hal yang aku konsumsi dan gunakan. Barulah di tahun ini aku merasa tertarik dengan herbal dan produk-produk alami karena mulai muncul kesadaran untuk lebih mencintai diri lagi. Selain mulai belajar untuk beralih dari produk-produk yang ada di pasaran dan mulai mengganti dengan produk buatan lokal berbasis organik dan natural mengantarkanku juga untuk menjelajahi lebih jauh juga termasuk pada produk yang dikonsumsi sebagai pengganti obat sintetis yang biasanya jadi pilihan utama saat sedang sakit.



Memang cara kerja semesta ini unik, aku yang mulai tertarik merekonstruksi ulang hidupku dan belajar kembali ke natural kemudian menemukan sebuah iklan lewat di beranda instagram ku. Sebuah acara workshop bertajuk “Jamu Bagi Keluarga” yang diadakan salah satu cafe berbasis herbal @gingercafe.id di Bogor. Tanpa banyak berpikir, aku pun mendaftarkan diri dan datang untuk belajar tentang jamu dan herbal. 



Di workshop itu, aku belajar membuat jamu bagi keluarga lewat bahan-bahan yang sering dijumpai di dapur. Selain itu, ternyata produk herbal ini bisa jadi salah satu alternatif dan memang inilah yang aku cari-cari selama ini. Workshop pada waktu itu membuka jalan perkenalan lain pada jamu karena ternyata aku baru sadar kalau jamu ini bisa dibuat bahkan dari bahan-bahan yang sering kita jumpai, yang bahkan ya kita sudah akrab. Sebut saja jahe, kunyit, kayu manis, daun salam, sereh, kencur, pala, dan lain sebagainya.


        Sejak workshop itu, aku makin membuka diriku dan pikiranku akan jamu, Dari yang kupikir "bukan minuman yang aku banget" sampai-sampai aku jadi tertarik, mempelajarinya dan mulai membuat jamu sendiri di rumah. Ditambah aku juga mulai jadi mempelajari karakteristik dari tanaman obat yang bisa digunakan. Apalagi ya ajaibnya, hampir semua yang ada pada bagian tumbuhan itu bisa dijadikan obat dan punya kandungannya. Dari mulai akar, daun, batang, bunga, biji, bahkan sampai ke kulitnya pun punya manfaatnya.





Mengenal Jamu Lebih Dekat




Mengenal jamu lebih dekat dengan bahan-bahan herbal yang digunakan
bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat jamu


        Tak kenal maka tak sayang, ternyata makin kenal. Justru makin sayang dan takjub dengan Jamu. Di Workshop tentang Jamu di Januari lalu itu aku diajarkan juga tentang tujuan dari meracik jamu, yaitu:

  1. Jamu yang diracik untuk mengendalikan faktor penyebab dari masalah atau sakit yang dirasakan.

  2. Jamu yang bisa membantu untuk menyehatkan organ atau mengembalikan fungsi organ.



Pada saat itu juga aku juga jadi belajar kalau ada bahan-bahan dengan fungsi berbeda yang bisa membantu. Ada yang fungsinya menstabilkan, menaikan, atau menurunkan darah. Ditambah setiap permasalahan dan sakit juga berbeda-beda bahan yang digunakannya.



Saat mengikuti workshop dengan @lestarijamuku pada 21 April 2024 lalu, justru aku baru tau makna dari kata “jamu” yang tidak berhenti hanya satu hal yang bisa diminum saja. Ternyata jamu merupakan singkatan dari dua kata, yaitu Djampi dan Oesada. Djampi yang berarti doa, obat dan Oesado (husada) yang berarti kesehatan. Orang-orang pada zaman dahulu membuat ramuan jamu sambil berdoa kalau ramuan yang dibuat akan membantu menghindarkan dari sakit sehingga orang yang mengkonsumsinya akan terus menjaga kesehatan. Jadi, jamu adalah obat yang membantu untuk meningkatkan kesehatan.



Sebenarnya dari berbagai workshop yang sudah aku ikuti, aku dapat 3 insight berbeda tentang jamu yang sebetulnya tujuannya sama yaitu sama-sama membantu menjaga kesehatan diri dan keluarga. Insight yang aku dapatkan tentang cara pembuatan jamu dari mengikuti 3 workshop yang berbeda dengan pengajar Pak Rianto dari @ginggercafe yang sudah berpengalaman 23 tahun di industri farmasi dan herbal, Kak Intan dan Kak Zacky dari @lestarijamuku, dan Ibu Guru Kembar (Rossy dan Rian) kalau ternyata ada 3 cara membuat jamu yang bisa dipraktikkan di rumah sebagai bentuk ikhtiar kita dalam menjaga kesehatan. Berikut aku rangkumkan insightnya:


  1. Tidak semua bahan harus selalu direbus, tapi airnya yang direbus pun sudah cukup. Tumbuk bahan-bahannya untuk membuat kandungannya lebih keluar saat proses penyeduhan dengan air panasnya.

  2. Jamu bisa digodog untuk mengikat bahan-bahan yang digunakan. Baiknya airnya ditambahkan lebih banyak karena pasti akan ada proses penguapan agar jamu yang dihasilkan sesuai takarannya.

  3. Jamu sebaiknya digodod dengan gerabah. Selain untuk menghasilkan rasa dan aroma yang lebih khas, tapi juga jauh memasak dengan gerabah lebih aman digunakan dibanding panci biasanya kita pakai.

  4. Tidak semua bahan harus dikupas dan dipotong-potong, kadang juga justru ada bahan yang justru bagus di bagian kulitnya, seperti rimpang-rimpangan.

  5. Membuat jamu pun bisa berbeda-beda. Ada yang cukup diiris, diparut, dan bahkan dihaluskan dengan ditumbuk.





Pengalaman Rutin Konsumsi Jamu Bantu Meningkatkan Kesehatan Diri dan Keluarga


Kunyit asam, beras kencur, gula asam jamu yang sering dikonsumsi yang berkhasiat bagi tubuh


        Sudah lima bulan aku rutin konsumsi jamu yang aku buat sendiri.Ternyata dengan bahan-bahan yang terbilang mudah didapatkan di warung atau pasar. Kesehatan keluarga bisa tetap terjaga dengan baik lewat racikan ramuan herbal yang dibuat. Meskipun masih trial and error dalam menemukan yang paling cocok. Sejak Januari, aku sudah mencoba untuk meminum herbal yang bahannya dari jahe, kunyit, sereh, kencur, dan lemon. Lalu, kemudian aku memodifikasinya dengan membuat bahan-bahan itu menjadi infused water rimpang-rimpangan.



Nah, sejak akhir April aku mulai mencoba untuk membuat jamu yang direbus, memang jadi agak berbeda dibanding sebelumnya. Namun, yang aku sadari juga ternyata bahan-bahan yang digunakan sangat mempengaruhi jamu yang dihasilkan bukan dari proses pembuatannya. Bahan-bahan yang bagus dan segar membuat rasa jamunya pun lebih segar dan cenderung tidak pahit. Dari sering membuat jamu, aku juga jadi mulai bisa membedakan bahan-bahan yang bagus dan yang tidak dari hanya melihat dan juga dari bagian kulitnya dan aromanya juga. 


bahan berkualitas menentukan juga hasil dari jamu yang dibuat



Sejak rutin mengkonsumsi jamu juga aku sudah berhenti total dari suplemen dan vitamin yang rutin aku konsumsi. Biasanya aku harus dibantu itu supaya tetap terjaga imunitas tubuhnya. Sejak menggantinya dengan rutin konsumsi jamu, efek yang aku rasakan tetap sama. Bayangkan dengan bahan yang mudah didapat dan harga yang lebih murah dibanding harga suplemen yang biasa aku konsumsi. Aku bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus; terjaga kesehatannya dan menghemat anggaran juga. Hehehehe. Terbaik memang jamu ini.


Perjalanan pulang pergi dari Bogor ke Jakarta Pusat dan sebaliknya dari Senin sampai Jumat serta cuaca yang kadang tidak menentu membuatku tidak goyah. Aku merasa jadi tidak gampang merasa lelah dan tidak mudah sakit juga. Pun misalnya badan mulai terasa seperti akan sakit lebih cepat juga pemulihannya. Minum jamu dan istirahat yang cukup pun besokannya sudah kembali enakan lagi badan. Aku rasa ini berkat bahan-bahan rutin yang dikonsumsi mengandung zat kurkumin, serta sifatnya yang sebagai anti-inflamasi, anti radang, anti bakteri, dan antioksidan juga sehingga membantu meningkatkan imun serta lebih cepat juga membantu memulihkan diri saat mungkin hampir mau sakit.


Selain itu, bahan-bahan yang aku gunakan dari perpaduan kunyit, jahe, sereh pun ini membantuku mengatasi nyeri setiap datang bulan yang umum dirasakan. Sekarang tiap menstruasi jadi minim drama tanpa nyeri-nyeri perut, pegal-pegal dan rasanya kayak biasa saja seperti sedang tidak menstruasi. Lebih mantul manfaatnya juga memang setelah ditambah olahraga dan berkesadaran juga dalam makanan yang dimakan. Jadi, jamu + olahraga + makanan yang bergizi = kesehatan yang terjaga.






Hidup Lebih Berkesadaran dan Menyehatkan Lewat Jamu



Jamu membantu juga untuk melatih hidup yang aku jalani untuk lebih berkesadaran. Sadar tentang kandungan dari rempah-rempah yang aku konsumsi jadi tidak asal meminum tanpa tau manfaatnya bagi tubuh. Jamu juga membuatku sadar kalau menjaga kesehatan itu penting. Betul seperti pepatah yang sering aku dengar, “lebih baik mencegah daripada mengobati.”



Lebih baik menjaga imunitas tubuh dan jangan tunggu sampai sakit. Rutin mengkonsumsi jamu membantuku juga jadi lebih peka juga sama kondisi tubuh. Aku jadi tahu kapan titik batas tubuhku dan mengistirahatkan tubuhku. Jadi, jamu membuatku lebih berkesadaran kalau aku ini manusia, jadi harus menjaga dan merawat tubuh yang sudah Tuhan berikan padaku.


Membuat ramuan jamu sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di dapur
Secangkir ramuan jamu yang punya banyak manfaat


Rutinitas aku dalam membuat dan mengkonsumsi jamu pun akhirnya menular pada keluarga. Mama dan Bapakku juga sekarang ikut mengkonsumsi jamu. Apalagi bapak yang biasanya sayur pun tidak suka ya kan, apalagi jamu😂. Memang rasanya menyenangkan bisa membuat ramuan sendiri bagi keluarga di rumah dengan bahan-bahan yang kita ketahui dan takarannya juga yang bisa diukur. Ternyata jamu yang sudah ada sejak dahulu ini benar-benar tidak lekang oleh waktu dan masa karena kandungannya memang memiliki khasiat sepanjang masa.


Mita Oktavia
Mita Oktavia Lifestyle Blogger yang suka menulis, melukis, bermain game, dan bertualang | Penawaran kerja sama, silakan hubungi ke hello.mitaoktaviacom@gmail.com

Posting Komentar untuk "Hidup Lebih Berkesadaran dan Menyehatkan Lewat Jamu"