Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meditasi: Hobi Baru Selama di rumah untuk Temukan Ketenangan Pikiran dan Jiwa


Aku menyadari merasa makin tidak baik-baik saja sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Banyak pemicu kejadian yang menjadikanku kian terpuruk dalam kacaunya situasi saat itu. Tiba-tiba berada di kondisi yang buruk padahal selama ini aku merasa hidupku baik-baik saja.


Kehilangan apa yang selama ini aku pikir aman dalam genggamanku. Kehilangan lagi salah satu sahabat untuk selama-lamanya dari dunia, kehilangan sahabat karena kesalahpahaman dan kesibukkan menjalani hidup masing-masing sebagai orang dewasa.


Ditambah saat itu pandemi datang. Aku benar-benar makin enggak siap. Bingung, pusing, stres, enggak tahu cara menghadapi sekaligus mengatasi perasaan dan situasi yang datang serba tiba-tiba.


Hidupku layaknya zombi. Ragaku ada, tapi jiwaku seperti tidak ada. Setiap hari hidup dalam rasa penuh ketidakbahagiaan. Setiap hari hidup dalam kekhawatiran dan rasa tidak aman. Pikiran dan fisikku mulai lelah karena banyak pikiran dan kecemasan memikirkan cara bertahan hidup, sampai-sampai aku kesulitan tidur. Setiap hari terasa tersiksa. Berkali-kali terpikir untuk menyerah. 


Aku kehilangan arah, benar-benar gelap banget rasanya. Saat itu, aku seperti terjebak dalam terowongan gelap tanpa cahaya sedikit pun. Aku makin takut karena aku sendirian dan merasa tidak akan pernah menemukan cara untuk mencapai ujungnya.


Satu-satunya alasanku untuk bertahan waktu itu karena terpikirkan orang tuaku. Gimana nanti mereka menjalani hidup kalau enggak ada aku lagi? Gimana sedihnya mereka kalau aku enggak ada? Gimana kacaunya mereka kalau harus kehilangan anak untuk kedua kalinya lagi?


Aku harus bertahan demi mereka. Memikirkan orang lain. Pikiran itu yang menyelamatkan hidupku. Aku masih bertahan dan berjuang hingga sekarang.


***

Menemukan Meditasi sebagai Hobi Baru Selama di rumah




Meditasi hobi baru selama di rumah untuk temukan ketenangan pikiran dan jiwa



Sekitar Juni 2021, salah satu teman baik aku--Kak Bulan memperkenalkanku dengan meditasi. Dia bilang, sudah setahun meditasi rutin setiap hari. Banyak yang berubah darinya. Kak Bulan juga bercerita pernah merasa kehilangan arah juga dalam hidup. Lewat meditasi akhirnya hidupnya kian terasa jauh lebih baik. Memang ini sudah jalannya dari yang Maha Kuasa. Lagi-lagi, Dia menyelamatkanku.




Setelah obrolanku dengan Kak Bulan, aku berpikir untuk mencoba kembali untuk bermeditasi. Apalagi meditasi sebenarnya sudah enggak asing bagiku. Saat kuliah dulu aku pernah mencoba bermeditasi selama lima menit setiap harinya. Walau membantuku untuk meminimalisir stres di masa perkuliahan, tapi saat itu aku belum menemukan titik nyaman untuk bermeditasi. Apalagi tidak mudah memang untuk berdiam diri dan hanya fokus terhadap diri sendiri. Saat itu juga aku enggak dipandu oleh seorang guru meditasi. Benar-benar hanya pasang pewaktu di ponsel selama lima menit, memejamkan mata, fokus pada napas. Akhirnya aku berhenti karena sama sekali belum menemukan urgensinya meditasi bagiku.


Niat dan tekad dalam diriku sudah bulat, 13 Juli 2021 aku mulai bermeditasi dengan menggunakan panduan yang ada di Peace Sea Podcast. Seminggu pertama, aku fokus latihan menggunakan episode 1-7. Setelah seminggu, latihan meditasiku berkembang menggunakan episode 1-10. Meditasi menjadi hal yang aku sukai. Terima kasih Kak Bulan sudah menjadi jembatan penghubung kebaikan buatku.


Setelah dua minggu bermeditasi, aku mulai mendengarkan episode lain dengan tema yang sesuai kebutuhanku. Tak terasa sudah hampir tiga bulan aku rutin melakukan meditasi. Walaupun sempat naik dan turun semangatku untuk berusaha menjaga konsistensi bermeditasi setiap hari. Perlahan, tapi pasti, aku mulai menemukan arti meditasi bagi diriku. Aku merasa seperti mengumpulkan kemudian menyatukan kepingan teka-teki dalam diriku yang berserakan. Aku seperti kembali menemukan diriku yang utuh.


Selain ngeblog dari rumah, aku menemukan meditasi sebagai minat dan hobi baru selama di rumah yang bisa rutin aku dilakukan. Seiring berjalannya waktu, meditasi berkembang jadi salah satu kebutuhan penting dalam hidupku.


Sedikit tips buat kamu yang ingin mulai meditasi


  1. Ambil posisi senyaman mungkin, kamu bisa duduk di kursi, kamu juga boleh duduk di atas kasur. Bisa juga di lantai, di atas matras yoga, pokoknya gimana posisinya dan di mana pun tempatnya yang bikin kamu nyaman. Usahakan jangan sambil berbaring ya karena takutnya kamu ketiduran. Soalnya ada saat kamu merasa nyaman banget sampai terasa mengantuk.
  2. Rilekskan tubuh kamu, rileks juga pikiranmu. Fokuskan pikiranmu dan sadari hadir untuk saat ini.
  3. Fokus pada napas yang yang keluar dan masuk melalui hidungmu. Kalau kamu kehilangan fokus dan pikiran justru malah ke mana-mana bawa kembali fokusmu pada napas. Rasakan juga udara yang masuk dan keluar dari hidungmu.
  4. Untuk waktu meditasi, ini sebebasnya kamu. Kalau saran dari Kak Pishi--guru meditasiku sebaiknya meditasi dilakukan pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur.
  5. Jangan berpikir soal "meditasiku ini bener enggak sih?" karena enggak ada salah dan benar dalam bermeditasi. Jadi, santai saja ya :)
  6. Bagi kamu yang kurang bisa fokus kalau suasana berisik, bisa untuk meditasi di tempat yang hening. Bisa juga kamu meditasi dalam keadaan lampu yang digelapkan kalau memang kamu nyaman dengan suasana seperti itu.
  7. Kamu juga bisa menyalakan lilin aroma terapi atau memakai minyak esensial yang bisa membantu kamu semakin rileks dan nyaman.






Menemukan Ketenangan Pikiran dan Jiwa dalam Meditasi


Banyak kesan positif dan manfaat yang aku rasakan dari bermeditasi. Meditasi juga membuatku lebih belajar untuk menghargai hidup; bersyukur atas apa pun nikmat yang Allah berikan padaku. Meditasi menyadarkanku kalau aku hidup dalam penuh keberlimpahan, hanya saja pikiranku yang tidak menyadari itu akibat luka batin, kejadian traumatis, kemarahan, sakit hati, dan perasaan-perasaan negatif yang tertinggal dalam batinku. Aku malah larut di dalam situ.


Aku membiarkan 5% kejadian yang terjadi di luar diriku mempengaruhi hidup dan diriku. Padahal aku punya 95% kontrol penuh atas hidupku, pikiran-pikiranku, dan pilihan-pilihan hidupku. Aku mulai menemukan jawaban kalau kebahagiaan bukanlah sesuatu yang perlu ditemukan. Kebahagiaan selalu ada di dalam hati saat diri merasa cukup dan mensyukuri akan hal itu. Kebahagiaan juga mudah hadir saat diri ini mulai terbangun rasa menghargai dan mencintai diri sendiri.


Dari meditasi aku merasa seperti menemukan diriku yang sejati. Aku jadi lebih bisa mendengar diriku, berkomunikasi dengan diriku, dan hal-hal apa yang aku butuhkan. Meditasi juga membuatku seperti bisa  lebih dekat dan terhubung dengan Allah selain dalam ibadah yang aku lakukan lima kali dalam sehari. Beberapa kali ada momen dalam meditasi aku berkomunikasi pada-Nya. 


Meditasi mengingatkanku untuk selalu bercermin pada diri sendiri untuk merenung, introspeksi diri, melihat dari berbagai sisi, dan berhenti untuk menyalahkan apa pun di luar diriku dan kuasaku. Meditasi membuatku belajar untuk menerima semua perasaan yang aku rasakan dan menyadarinya. Bukan menolak atau membohongi apa yang aku rasakan. Meditasi membantuku untuk bisa berani dan jujur pada diriku sendiri. 




mita meditasi




Meditasi membuatku untuk lebih mindfulness; menyadari dan fokus akan kehadiran diriku di saat ini karena memang aku hidup di saat ini. Bukan di masa lalu yang memang sudah berlalu dan tidak bisa diubah, hanya bisa diambil pelajarannya yang berharga. Bukan juga di masa depan yang belum terjadi. Meditasi membuatku lebih bisa mengontrol diri, pikiran, dan emosi. Meditasi membuatku merasa jauh lebih ringan dan tenang dalam menjalani hidup dan apa pun yang terjadi dalam hidupku.


Kak Pishi juga sering mengingatkan hal ini,


"Tidak ada awan mendung yang bertahan selamanya. Pasti akan datang saatnya cuaca cerah yang menanti."


Meditasi membuatku belajar untuk ikhlas memaafkan, melepaskan, berserah diri pada yang Maha Kuasa, tapi bukan menyerah. Meditasi membuatku merasa lebih menghargai dan mencintai diriku sendiri. Meditasi membuatku belajar untuk menerima apa adanya diriku. Meditasi mengingatkan kalau tidak ada kesempurnaan dalam hidup. Meditasi mengajakku untuk memaafkan, tidak hanya pada orang-orang yang pernah menyakitiku, tapi juga pada diri sendiri. Meditasi juga membuatku untuk kembali percaya dan berani untuk memeluk angan, impian, dan keinginan yang selama ini mungkin lama aku lupakan.


Selain meditasi sendiri, aku juga senang bermeditasi bersama yang dilakukan langsung di media sosial oleh Kak Pishi bersama teman-teman yang lain. Aku merasakan satu cinta untuk kebaikan dari orang lain dan mengirimkan energi baik juga pada mereka yang membutuhkan.

Menyembuhkan diri dalam meditasi pun membuat segitiga aliran energi baik yang saling berhubungan. Saat kita menyembuhkan diri, energi ini akan mempengaruhi orang lain. Saat kita menyembuhkan orang lain, energi ini akan menyembuhkan bumi. Saat kita menyembuhkan bumi, energi ini akan kembali lagi ke diri kita.


Aku merasa memang meditasi mengubah diriku, hidupku, cara pandangku, dan keadaan emosiku perlahan menuju ke arah yang lebih baik dan terkontrol.


Setiap tarikkan dan embusan napas. Setiap keheningan dan fokus yang aku lakukan terhadap diriku selama meditasi membawa ketenangan pikiran dan jiwa.


Ternyata ada berbagai riset yang dilakukan tentang meditasi. Salah satunya tentang manfaat meditasi. Dalam Irish Journal of Psychological Medicine (2020) yang ditulis oleh C.Behan dan diterbitkan oleh Cambridge University, dikatakan bahwa seiring waktu, latihan mediasi yang dilakukan secara teratur memungkinkan individu untuk bereaksi terhadap lingkungan mereka dan apa pun yang mereka jalani sehari-hari dengan lebih tenang dan seimbang. 


Masih di dalam jurnal yang sama, ada berbagai studi juga dilakukan pada orang yang bermeditasi. Orang yang bermeditasi dalam jangka waktu panjang menunjukan perubahan di area otaknya yang berkaitan dengan stres dan kecemasan Korteks prefrontal (bagian otak yang mengatur fungsi eksekutif), korteks cingulate (bagian otak yang berkaitan regulasi perilaku dan emosi) dan hipokampus (bagian otak berkaitan dengan memori dan emosi) menunjukkan peningkatan aktivitas, dan amigdala pun menunjukkan penurunan aktivitas yang konsisten dengan peningkatan regulasi terhadap emosinya.


*** 

Perjalananku masih panjang dalam usaha menyembuhkan diri, tapi aku merasa "aku saat ini" sudah jauh lebih baik daripada "aku setahun lalu". Aku merasa dipenuhi keberlimpahan, kebaikan, dan welas asih kepada sesama.


Meski perlahan, aku mulai berani dan percaya diri melangkah maju melewati terowongan gelap di dalam hidup ini. Aku tidak sendirian, ada Allah dan diriku sendiri yang menemaniku dalam perjalanan ini. Aku hanya perlu terus melangkah dan berserah diri pada-Nya karena aku percaya akan ada cahaya terang dan hangat menantiku di ujung sana.




Posting Komentar untuk "Meditasi: Hobi Baru Selama di rumah untuk Temukan Ketenangan Pikiran dan Jiwa"